FintalkUpdate News

OJK Bakal Batasi Penggunaan Paylater, Pengguna Tak Bisa Lagi Punya Banyak Akun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memperketat penggunaan layanan paylater agar maOtoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memperketat penggunaan layanan paylater agar masyarakat tidak lagi bebas membuka banyak akun yang berisiko memicu gagal bayar.syarakat tidak lagi bebas membuka banyak akun yang berisiko memicu gagal bayar.

ren penggunaan layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kemudahan berbelanja tanpa harus langsung membayar membuat layanan ini semakin populer, terutama di kalangan usia muda dan pengguna aktif platform digital.

Namun di balik pertumbuhan tersebut, risiko gagal bayar juga ikut meningkat. Karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini tengah menyiapkan aturan baru untuk membatasi penggunaan paylater, termasuk kepemilikan multi-akun di berbagai platform.

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman mengatakan kepemilikan banyak akun BNPL dapat meningkatkan eksposur utang debitur dan memperbesar risiko kredit macet. Menurutnya, perusahaan pembiayaan nantinya didorong membatasi penyaluran pembiayaan dan memperketat penilaian kredit pengguna.

“Multi-akun BNPL tentu dapat meningkatkan eksposur utang debitur yang berkorelasi terhadap risiko gagal bayar,” ujar Agusman dalam keterangan tertulis.

Langkah ini muncul seiring melonjaknya penggunaan paylater di Indonesia. OJK mencatat pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan pada Maret 2026 mencapai Rp 12,81 triliun atau tumbuh sekitar 55,85 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut didorong tingginya permintaan masyarakat, terutama saat momentum Ramadan dan Lebaran. Namun, semakin mudah akses kredit digital juga membuat kekhawatiran terhadap perilaku konsumtif dan jebakan utang semakin besar.

Fenomena ini terlihat dari banyaknya pengguna yang memiliki beberapa akun paylater sekaligus di platform berbeda. Seseorang bisa memiliki limit kredit di aplikasi e-commerce, transportasi online, hingga fintech pinjaman digital secara bersamaan.

Read More  Hati-hati Saat Hujan, Mobil Rentan Alami Aquaplaning

Masalah muncul ketika total kewajiban pembayaran melebihi kemampuan finansial pengguna. Dalam kondisi seperti itu, risiko gagal bayar meningkat dan dapat memengaruhi riwayat kredit pengguna di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

Pakar keuangan digital menilai paylater memang membantu inklusi keuangan karena memberi akses pembiayaan cepat kepada masyarakat. Namun tanpa pengawasan yang baik, layanan ini juga bisa mendorong masyarakat terjebak dalam utang konsumtif. Penelitian tentang keuangan digital bahkan menunjukkan akses kredit yang terlalu mudah berpotensi meningkatkan risiko tekanan finansial rumah tangga.

Selain pembatasan multi-akun, OJK sebelumnya juga pernah menyiapkan aturan terkait usia minimum dan batas penghasilan pengguna paylater. Dalam regulasi yang akan berlaku bertahap, pengguna BNPL diwajibkan berusia minimal 18 tahun atau sudah menikah, serta memiliki penghasilan tertentu agar kemampuan bayar lebih terukur.

Menurut OJK, langkah ini bukan untuk menghambat pertumbuhan industri digital finance, melainkan menjaga ekosistem pembiayaan tetap sehat dan mencegah lonjakan kredit bermasalah.

Di sisi lain, fenomena paylater juga memperlihatkan perubahan gaya konsumsi masyarakat modern. Banyak pengguna memanfaatkan layanan ini bukan hanya untuk kebutuhan mendesak, tetapi juga gaya hidup, hiburan, hingga belanja impulsif.

Psikolog keuangan menyebut sistem “beli sekarang bayar nanti” sering membuat pengguna merasa pengeluaran menjadi lebih ringan, padahal akumulasi tagihan bisa membesar tanpa disadari. Efek inilah yang membuat sebagian orang akhirnya kesulitan mengatur arus kas bulanan.

Karena itu, masyarakat diingatkan untuk menggunakan paylater secara bijak. Layanan ini sebaiknya dipakai sesuai kemampuan finansial dan bukan untuk memenuhi gaya hidup di luar kapasitas ekonomi.

Pengguna juga dianjurkan rutin mengecek jumlah cicilan aktif serta memastikan total kewajiban bulanan tetap sehat agar tidak mengganggu kebutuhan pokok maupun tabungan masa depan.

Read More  Literasi Rendah, Penetrasi Asuransi Indonesia Masih Tertinggal di Asia Tenggara

Pada akhirnya, rencana pembatasan penggunaan paylater oleh OJK menjadi sinyal bahwa industri kredit digital kini memasuki fase pengawasan yang lebih ketat. Di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang sangat cepat, keseimbangan antara kemudahan akses kredit dan kesehatan finansial masyarakat menjadi hal yang semakin penting.

Back to top button